KEBUMEN-LAYANAN TERPADU SATU ATAP (LTSA) yang menjadi bagian dari mall pelayan publik (MPP) mendapat penekanan dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Migrant Care Kebumen di Hotel Meotel Dafam, Selasa (19/3).

Adanya layanan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Terlebih, sejumlah daerah sudah menerapkan layanan tersebut. Koordinator Migrant Care Kebumen Syaiful Anas mengatakan LTSA merupakan salah satu amanat undang-undang 18/2017 tentang perlindungan migran indonesia.

“Layanan satu atap menjadi perpaduan pelayanan dari beberapa intansi untuk pekerja migran Indonesia (PMI-Red),”katanya.

Pihaknya pun berkempentingan untuk membahasnya bersama. FGD yang diikuti puluhan peserta itu menghadirkan tiga narasumber. Masing masing kasi Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja Koperasi UKM Kebumen Wahyudi, Kepala Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kebumen Slamet Mustolhah dan Ketua Komisi A DPRD Supriyati.

Rencana Strategis

Pada diskusi tersebut juga membahas rencana strategis pelayanan dan satu atap dengan instansi vertikal, serta penyusunan regulasi yang pendukung penerapan mall pelayanan publik.” Harapannya, LTSA dapat berintegrasi di MPP nantinya,” terang Syaiful.

Dengan adanya pelayanan satua atap di Mall Pelayanan Publik, lanjut Syaiful, maka akan mampu memberi pelayanan secara cepat kepada masyarakat.

Menurut Syaiful, guna meningkatkan kualitas pelayanan secara berkelanjutan, diperlukan sistem terpadu dan terintegrasi.

Dan Pelayanan tersebut tidak hanya malayani soal perizinan saja, melainkan meliputi seluruh administrasi lainnya. Seperti Akte kelahiran, surat-surat kependudukan dan seluruh jenis pelayanan mulai dari pengurusan izin dan surat-surat dari berbagai urusan kementrian, lembaga, dan pemerintah daerah. Suara merdeka hal 20, 20/3.19

Share This