Sebanyak 193 Negara Anggota Perserikatan Bangsa- Bangsa (PBB) mencapai konsensus atas dokumen yang berorientasi pada hasil dari agenda pembangunan berkelanjutan yang baru, berjudul, “Transforming Our World:The 2030 Agenda for Sustainable Development” (“Mengubah Dunia Kita: Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan.Para pemimpin dunia secara resmi mengadopsi agenda universal, terpadu dan transformatif pada bulan September untuk memacu aksi-aksi yang akan mengentaskan kemiskinan dan membangun sebuah dunia yang lebih berkelanjutan,  selama lebih dari 15 tahun ke depan. Agenda ini disusun berdasarkan capaian-capaian Tujuan Pembangunan Milenium (Millennium Development Goals/ MDGs), yang diadopsi pada tahun 2000 dan memandu aksi-aksi pembangunan selama 15 tahun terakhir, MDGs telah membuktikan bahwa tujuan global dapat mengangkat jutaan orang keluar dari kemiskinan.

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals (SDGs) adalah pembangunan yang yang inklusif, berpikir dengan cara pandang orang lain atau kelompok lain dalam melihat kehidupan ini, atau dengan kata lain menggunakan sudut pandang orang lain dalam melihat permasalahan yang sedang di hadapi pembangunan, seperti bagaimana menjaga peningkatan kesejahteraan secara keseluruhan masyarakat, yang tidak hanya bagi orang-orang tertentu tapi juga bagi orang-orang yang terpinggirkan

Pengentasan kemiskinan dalam semua bentuk dan dimensinya adalah sebuah persyaratan mutlak untuk pembangunan berkelanjutan SDGs, dalam mencapai SDGs, haruslah dilakukan upaya untuk mendorong per tumbuhan ekonomi berkelanjutan, inklusif dan adil, yang akan menciptakan peluang yang lebih besar untuk semua, dalam mengurangi ketidak setaraan, meningkatkan standar kehidupan dasar, mendorong pembangunan dan inklusi sosial yang adil, serta mendorong pengelolaan sumber daya alam dan ekosistem yang berkelanjutan dan terpadu.

SDGs merupakan Komitmen global yang harus  me-nasional dalam upaya untuk menyejahterakan masyarakat,  mencakup 17 tujuan dan 193 Indikator adapun ke 17 tujuan tersebut yaitu (1) Mengakhiri Kemiskinan; (2) Menghilangkan Kelaparan; (3) Hidup Sehat dan Sejahtera; (4) Pendidikan Berkualitas; (5) Kesetaraan Gender; (6) Air Bersih dan Sanitasi; (7) Energi Terjangkau dan Terbarukan; (8) Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi; (9) Industri, Inovasi dan Infrastruktur; (10) Mengurangi Kesenjangan; (11) Kota dan Permukiman Berkelanjutan); (12) Pola Konsumsi dan Produksi Berkelanjutan; (13) Mengatasi Perubahan Iklim; (14) Sumber Daya Maritim Berkelanjutan; (15) Pengelolaan Ekosistem Terestrial Berkelanjutan; (16) Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Kukuh; (17) Kemitraan Pembangunan yang Berkelanjutan.

Dari tujuan dan indikator pembangunan berkelanjutan SDGs, pada dasarnya dapat mempermudah perencanaan pembangunan yang berorientasi pada kepentingan semua yaitu untuk saat ini dan masa mendatang, sebagaimana kata bijak “dunia ini pinjaman dari anak cucu kita” ambillah satu contoh tujuan pertama SDGs adalah mengakhiri kemiskinan yang mempunyai 3 strategi yaitu 1) Memperluas dan menyempurnakan pelaksanaan sistem jaminan sosial terutama jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan, 2) Meningkatkan ketersediaan penyediaan pelayanan dasar yang disertai dengan peningkatan kualitas pelayanannya dan jangkauannya bagi masyarakat miskin dan rentan berupa pelayanan administrasi kependudukan, pelayanan kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial dan infrastruktur dasar, 3) Meningkatkan kemampuan penduduk miskin dalam mengembangkan penghidupan yang berkelanjutan melalui penguatan asset sosial penduduk miskin, peningkatan kemampuan berusaha dan bekerja penduduk miskin, dan peningkatan dan perluasan akses penduduk miskin terhadap modal.

Dari 3 strategi yang ada juga mempunyai 7 Indikator yaitu 1)Persentase penduduk dengan daya beli di bawah $1,25 per kapita per hari (PPP), 2) Persentase penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan nasional, dibedakan 3)Persentase penduduk yang tercakup dalam program perlindungan sosial 4)Jumlah bidang tanah yang bersertifikat di perdesaan, 5)Persentase realisasi terhadap target sertifikasi tanah di perdesaan, 6)Jumlah korban bencana alam yang meninggal dunia 7) Kerugian akibat bencana alam dalam rupiah dan $US

Dari tujuan, strategi dan indikator yang ada para perumus perencanaan tinggal melakukan tindakan aksi untuk menggapai tujuan pertama dari SDGs yaitu mengakhiri kemiskinan yang ada, jadi para perencana tidak lagi meraba-raba apa yang akan dikerjakan.

Demikian juga dengan para Walikota, kepala desa, dapat menjalankan SDGs sesuai dengen Visi dan Misinya yang telah di janjikan kepada rakyat pada saat mereka kampanye, tujuan dan strategi serta indikator dari SDGs akan dapat menguraikan kegitan-kegitan sesuai dengen Visi dan Misi yang ada.

Share This